My Beloved Wife
Sunday, July 15th, 2007pagi ku kini sepi..
ku terbangun dan disampingku telah hilang
harapan hidupku, keceriaan hidupku, dan belahan jiwaku.. istriku Lia
Mahlia, telah berpulang ke Rahmatullah dan mudah2an dia diterima disisi
Allah SWT, meninggal dengan tenang di perbaringan terakhirnya, tempat
kami selalu berbagi suka dan duka..
aku bangga dengan dirinya,
walaupun dengan segala kekurangannya dia tetap ingin membahagiakanku,
dan selalu ingin berbakti padaku. wanita yang selalu bersemangat dan
menjadi pendorong hidupku agar dapat terus berkarya dan menjalani hidup
ini dengan pandangan ke depan.
istri yang mengingatkanku ketika aku
lupa, yang menasehatiku ketika aku kurang sabar, dan mencintaiku ketika
aku ditinggalkan orang2 sekitarku..
tidaklah mudah untuk
melepaskannya, namun kalimat2 yang terucap dari mulutnya yang harum
sebelum dia menutup mata selamanya telah mencerahkan hati dan jiwaku
agar aku tidak berlama2 bersedih, dan terus berkarya dengan semangat
juang yang tinggi.
aku telah kehilangan seseorang yang telah
menjadi guru yang baik, sahabat yang setia, dan kekasih yang selalu
menenangkan hati dalam hari2ku..