Archive for September, 2006

(shaum) puasa

Saturday, September 30th, 2006

puasa berasal dari hindu  yang berarti menyiksa diri sedang saum adalah dari bahasa arab yang berarti menahan lapar dan haus serta menahan nafsu dari sejak terbitnya fajar hingga terbenamnnya matahari. saum bukan lah menyiksa diri dan bukan seperti puasanya orang-orang hindu. namun saum dapat di ganti dengan hari yang lain apabila seseorang itu sedang bepergian atau sedang sakit atau wanita y ang sedang menstruasi, menyusui atau pun hamil.

saum adalah memelihara tubuh setelah digunakan selama 11 bulan penuh. 1 hari dalam saum adalah 1/3 awal adalah mencerna makanan 1/3 kemudian adalah waktu istirahat dan 1/3 hari akhir adalah bersiap untuk mencerna makanan kembali.

seorang profesor Rusia mengatakan bahwa jika manusia ingin mempunyai tubuh yang sehat maka istirahatkanlah perut selama 30 hari pada waktu siang hari dalam setahun. (dikutip dari buku KH.Farid M Noer : Puasa di Bulan Ramadhan)

Bersemangat!! (masih dari Palembang)

Saturday, September 30th, 2006

sudah menjadi hal yang umum kalo orang tua selalu melihat hasil rapot di masa kenaikkan kelas.. kalo bagus gak masalah kalo jelek yah itu yang menjadi masalah. hal ini yang membuat diakui ataupun tidak bahwa budaya mencontek sudah merajalela dari sejak jamannya gue smp sampe sekarang ini.

gue dapat dari para  motivator satu hal yang paling dasar adalah selalu berusaha jangan pernah give up sama keadaan… dan yang paling penting adalah perubahan pola pikir yang telah terpupuk dari kanak-kanak.. yaitu janganlah selalu melihat dari hasilnya tapi seringlah  memantau bagaimana usahanya.. karena hasil bisa dimanipulasi namun usaha tidak bisa.

beberapa kali gue temukan orang banyak yang menilai kesuksesan dari berapa harta yang dimilikinya sekarang. gak ada yang peduli bagaimana cara mendapatkannya. hal ini salah satu hal yang memicu merajalelanya korupsi.

setiap pekerjaan selalu butuh usaha yang keras.. gak peduli siswa sd smp atau yang udah kuliah dan yang sedang bekerja sekalipun. walaupun begitu kadang-kadang gagal namun kunci masuknya adalah selalu evaluasi apa yang menyebabkan kegagalan itu. dan jangan menyerah. sekali lagi jangan putus asa. kalo kita peduli sama bangsa ini sama negara ini sama lingkungan sama keluarga maka berusahalah sungguh-sungguh jadikan hidup ini menjadi bermanfaat bagi yang lainnya.

singkatnya menilai dari usahanya lebih penting daripada cuma melihat nilai saja.